Tentang Kami

Sejarah Perkembangan Yayasan Nururrahman

Nururrahman secara bahasa (lughawi) berarti Cahaya Maha Pengasih. Nur artinya Cahaya. Rahman artinya Maha Pengasih. Kedua kata itu merupakan bagian dari Asmaul Husna. Dalam Bahasa Arab, Nur dan Rahman jika digandeng menjadi Nur al-Rahman. Lalu dijadikan satu kata menjadi Nururrahman, artinya Cahaya Maha Pengasih. Secara gramatika Bahasa Arab (Nahwu Sharaf), dua kata yang tersusun menjadi satu itu disebut mudhaf-mudhaf ilayhi.

Nama Nururrahman punya makna dan rahasia tersendiri, meski secara kebetulan pendiri yayasan bernama Abd Rachman. Namun tidak semata-mata nama pendiri (dan ketua) yayasan itu menjadi tolak ukur akan pilihan nama tersebut. Dan pendiri yayasan pun tidak pernah mengira bahwa namanya sendiri telah dinisbahkan menjadi nama yayasan. Makna Nururrahman lebih jauh dari sekedar penisbahan terhadap nama pendiri yayasan. Justru keagungan nama tersebut terletak pada makna yang dengannya sikap/akhlak menjadi terpandu.

Cahaya Maha Pengasih (Nururrahman) adalah sebuah konsistensi hidup sebagai manusia. Sebuah realitas dari Af’alullah (perbuatan Allah) yang mengejawantah di muka bumi. Karena sosok manusia adalah KhalifahNya. Artinya, ia menjadi kepanjangan tangan Allah di muka bumi ini. Salah satu manifestasi bahwa Tuhan bertajalli kepada manusia dan manusia bertaraqqi kepada Tuhannya. Ternyata di sana terdapat tempat di mana Tuhan dan hamba melangsungkan pertemuan. Subhaanallaah…

KH. Abd Rachman, BA.

Ketua Yayasan Nururrahman

Awal berdirinya yayasan Nururrahman dimulai pada tahun 1991. Ia berasal dari sebuah kelompok pengajian kecil-kecilan berupa Majelis Ta’lim. Majelis ta’lim itu diminati secara dominan oleh kaum ibu dengan pembimbing tetapnya bapak H. Abd Rachman, BA., (ketua yayasan sekarang). Sebenarnya, sebelum tahun 1991 majelis ta’lim ini perlahan-lahan sudah terbentuk. Ia muncul pada tahun itu sebagai iringan munculnya bapak H. Abd Rachman di kancah perhajian. Terpilihnya bapak H. Abd RAchman, BA sebagai ketua Kloter pada tahun itu, menandai munculnya nama Yayasan Nururrahman sebagai lembaga bimbingan haji. Walhasil, nama Nururrahman dinaikkan, dari sekedar kelompok pengajian menjadi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji.  Lalu legalitasnya diperkuat lagi menjadi yayasan.

Nururrahman memperoleh legalitas sebagai Yayasan berdasarkan Akte Notaris Ny. Hj. Kamariah Suparwo, S.H., Nomor 20 tanggal 23 Oktober 1999. Sedangkan legalitas sebagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Surat Keputusan Kepala Kantor Departemen Agama Kota Bekasi nomor: Wi/I/HJ.01/KPTS/323/1999. Berbekal dasar hukum tersebut yayasan Nururrahman menjalankan aktifitasnya hingga saat ini. Program-program dari aktifitas itu awalnya lebih difokuskan kepada bimbingan ibadah haji.

Selain itu, pada tahun 2004 yayasan Nururrahman memasuki era baru dengan membuka bimbingan dalam hal umroh. Suatu program yang hanya disentuh oleh badan hukum berstatus Perseroan Terbatas (PT). Berbekal keberanian dan sedikit kenekatan, pelayanan umrohpun dijalankan dengan dukungan personil-personil yang berpengalaman. Walhasil, yayasan Nururrahman memperoleh satu lagi peringkat yakni Surat Keputusan Dirjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Depag RI Nomor D/341/2004 tentang penyelenggaraan umroh. Surat Keputusan yang paling diidam-idamkan oleh banyak perusahaan travel.

Limpahan barokah Allah SWT terus mengalir. Yayasan Nururrahman membangun Masjid sebagai tempat pendidikan non-formal (selain fungsi dasarnya sebagai tempat shalat berjama’ah). Tahun 2002 Masjid Ummul Quro diresmikan (melalui proses tertentu nama Masjid itu Ummul Quro). Pendidikan yang dilaksanakan di Masjid  tidak dikhususkan sekedar bimbingan haji, tapi sudah merambah kepada pendidikan al-Qur’an (TPA). Dari situlah Yayasan Nururrahman mulai “mengepakkan sayap” untuk masyarakat sekitar, yakni pendidikan masyarakat dalam pengertian yang luas. Mulailah dirintis lembaga pendidikan, bilkhusus TPA. Lalu memperoleh legalitas untuk melangsungkan kegiatan TPA.

Waktu terus berlalu, yayasan Nururrahman terus melangsungkan kegiatannya. Hingga kebutuhan akan adanya aula mulai terasa. Tahun 2005, Yayasan Nururrahman melalui barokah bimbingan haji akhirnya membangun sebuah auditorium (aula). Dengan orientasi konstruksi bangunan tiga lantai, aulapun berdiri dengan hanya satu lantai. Cukup satu tahun membangun aula sudah berdiri. Akhirnya, bimbingan haji dan kegiatan belajar mengajar TPA dipindahkan dari Masjid ke aula. Kegiatan itu terus berlangsung.

Pengembangan dan pembangunan tak berhenti sampai di situ. Yayasan Nururrahman mulai melirik pendidikan formal. Potensi anak didik TPA mulai diperhatikan kelanjutannya. Akhirnya, secara bertahap kegiatan belajar mengajar TPA mulai diarahkan untuk merambah jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK). Proses tersebut sangat sistematis, perlahan tapi pasti. Sedikit-sedikit perjalanan itu terus mengalami peningkatan. Tahun 2007, dimulailah kegiatan belajar mengajar TK. Tahun itu juga TK mendapatkan legalitas formalnya dari Departemen Agama Kota Bekasi menjadi Raudhatul Athfal (RA). Sebab nama TK legalitasnya dari Departemen Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaaan (Depdikbud), sedangkan RA dari Departemen Agama (Depag). Dari situ muncullah nama RA Nururrahman.

Meski perlahan, kegiatan-kegiatan Yayasan Nururrahman setidaknya dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Karena itulah, maka pola pendidikan yang diterapkan diupayakan sesuai dengan tatanan pola hidup masyarakat lingkungan. Hal ini dimaksudkan agar terkesan lebih “mempribumi”.

Kegiatan RA Nururrahman terus berlangsung dan masih dilaksanakan di dalam aula. Hanya bermodalkan papan triplek, sekat-sekat kelas di dalam aulapun terbentuk. Melihat kebutuhan fasilitas pendidikan mulai meningkat, Yayasan Nururrahman melanjutkan lagi pembangunan. Dalam hal ini, orientasi pembangunan diarahkan ke kelas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar RA. Tidak lama setelah itu, ruang-ruang kelas untuk RA terbangun sebanyak tiga kelas. Letaknya di atas aula, lantai dua. Karena orientasi konstruksi bangunan aula memakai kekuatan pondasi tiga lantai. Hingga saat ini, tahun 2012, RA Nururrahman sudah melahirkan 5 angkatan.

Secara perlahan namun pasti, yayasan terus berupaya mengadakan perbaikan dan pembenahan diri ke arah yang lebih maju melalui dukungan para alumni jamaah haji dari setiap angkatan dan  masyarakat sekitar. Fakta yang sudah di alami adalah karunia Allah SWT. Keberkahan menjalankan bimbingan haji sudah terbukti. Keteguhan dan keberanian untuk terus mewujudkan segala hal yang berkaitan dengan nilai perjuangan harus dipegang erat-erat. Semua hal dari perjalanan ini adalah dalam rangka pengabdian kepada Allah. Semoga saja, orientasi agung itu Allah mudahkan untuk tetap menjadi spirit. Amiin ya Rabbal’alamiin… [admin]

  1. #1 by chotibul umam on 3 April 2011 - 05:31

    selamat dan sukses atas web nya.. kl bisa ada profil ‘n foto profil dari yayasan ini.. gambar masjidnya.. tampilin dong bos..

  2. #2 by Nururrahman on 7 April 2011 - 07:04

    Syukron ya habiibanaa….., insya Allah menyusul. pelan2 aja ngebangun web mah…. ini juga cuma nge-test….ma’akum bilkhair….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: