Hukum Berkurban

syarat-hewan-kurbanPara ulama bersepakat bahwa berkurban disyari’atkan bagi orang yang mampu atau memiliki binatang qurban, selanjutnya mereka berbeda pendapat antara yang mengatakan wajib dan yang mengatakan sunnah, dengan perincian sebagai berikut;

Pendapat pertama: Mayoritas/jumhur ulama diantaranya madzhab Syafi’i, madzhab Maliki, dan pendapat yang masyhur dari madzhab Imam Ahmad bin Hambal mengatakan qurban tidak wajib tetapi sunnah Mu’akkadah.

Dalil yang paling kuat dijadikan sandaran adalah Hadits dari Ummu Salamah,Bahwasanya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam Bersabda:

“Apabila masuk sepuluh hari (awal bulan Dzul Hijjah), lalu diantara kamu hendak berkurban, maka janganlah mengambil/memotong rambut dan kukunya sedikitpun sampai ia benar-benar menyembelih (qurbannya).  (HR.Muslim :1566)

Hadits diatas menerangkan bahwa siapa yang hendak berqurban, maka janganlah demikian dan demikian.

Dalam Hadits itu tidak ada keharusan kecuali apabila ada kehendak berqurban, sehingga dipahami bahwa boleh-boleh saja seseorang tidak berqurban apabila tidak berkehendak.

Pendapat ke dua: Madzhab Hanafi dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad mengatakan hukumnya wajib. Diantara dalil yang mereka jadikan sandaran adalah Hadits:

Dari Abu Hurairah rodiyalloohu ‘anhu Beliau berkata: ”Barangsiapa yang mempunyai keluasan rezeki, lalu tidak berkurban, maka janganlah mendekati shalat kami.” (HR. Ibnu Majah 2123, dishohihkan al-Albani dalam Shohihwa Dho’ifal jami’ 6490)

Sebuah Hadits dari jalan Mikhnaf bin Salam,  beliau mengatakan bahwa dirinya pernah mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Wahai Manusia (ketahilah) bahwa wajib atas setiap keluarga berqurban setiap tahunnya” (HR. Ibnu Majah 2/200, Tirmidzi 1555, Abu Dawud 2771, Nasa’i 7/167. Dishohihkan al-Albani dalam sunan Ibnu Majah 2533)

Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam Bersabda: ”Barangsiapa yang menyembelih Qurbannya sebelum sholat ‘idul Adhha, maka hendaklah ia mengulng lagi sebagai gantinya, dan barangsipa yang belum menyembelih, maka hendaklah ia menyembelih dengan menyebut bismillah.” (HR.Bukhori 5562 dan Muslim 1976)

“Maka Sholat dan berqurbanlah hanya kepada Robbmu!” (QS.al-Kautsar [102] : 2 )

Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tinggal dimadinah selama sepuluh tahun tidak pernah meninggalkan Syari’at qurban, ini Isyarat bahwa qurban adalah wajib, seandainya qurban tidak wajib, maka pasti Rosulullah akan meninggalkannya sesekali (seperti yang ia lakukan dalam Sholat Tarawikh) supaya manusia tidak menganggap wajib atau Rosulullah menerangkan kepada manusia bahwa qurban tidak wajib, tetapi semua itu tidak dilakukan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam.

WAKTU BERQURBAN

a.waktu mulai berkurban

Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam Bersabda: ”Barangsiapa yang menyembelih Qurbannya sebelum sholat ‘idul Adhha, maka hendaklah ia mengulng lagi sebagai gantinya, dan barangsipa yang belum menyembelih, maka hendaklah ia menyembelih dengan menyebut bismillah.” (HR.Bukhori 5562 dan Muslim 1976)

b.Akhir waktu berqurban

Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: ”Semua hari Tasyrik itu (waktu) menyembelih (qurban). (HR.Ahmad 4/82,Ibnu Hibban 1008,Baihaqi 9/295,dan dishohihkan al-Albani dalam Shohih wa Dho’ifal jami’ 4537)

HIKMAH DISYARI’ATKANNYA BERQURBAN

1. Untuk mendekatkan diri hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala, dan inilah hikmah qurban yang paling utama, sebagaimana firman-Nya;
Katakanlah sesungguhnya Sholatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semata Robbul ‘alamin tiada sekutu baginya. (QS.al-‘An’am [6]: 162)

2. Menghidupkan kembali Sunnah Nabi Ibrohim u yang telah diperbaharui kembali oleh Nabi kita Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam

3. Memberi kelonggaran dalam perkara mubah untuk anggota keluarga dan menebarkan Rahmat Allah subhaanahu wa ta’ala dimuka bumi ini, karena hari-hari ini adalah hari-hari bahagia, menikmati berbagai makanan dan minuman dengan tetap ingat kepada Allah subhaanahu wa ta’ala.

4. Sebagai ungkapan rasa Syukur seorang hamba yang telah diberi kuasa memiliki dan mengalahkan binatang-binatang yang ada, sebaimana Firman-Nya:
Demikianlah kami jadikan buat kamu (Binatang-binatang itu) tunduk supaya kamu mau bersyukur. (QS.al-Hajj [71]:36)

BERQURBAN ADALAH SYARI’AT BAGI YANG HIDUP

Dengan menyebut nama Allah,dan Allah maha Agung, ya Allah (qurban) ini dariku dan orang-orang yang tidak berkurban dari umatku” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan al-Albani mengatakan dalam takhrij at-Thohawiyah: ”Hadits ini Shohih karena ada beberapa penguatnya”)

SYARAT BINATANG QURBAN

Ada beberapa perkara yang menjadi Syarat  sahnya binatang yang akan dijadikan binatang qurban, diantaranya;

1. Hendaklah binatang yang akan diqurbankan adalah onta, sapi atau kambing, sebagaiman yang kami jelaskan di atas, hal ini didasari oleh firman Allah subhaanahu wa ta’ala.

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka. (QS. al-Hajj [22]:34)

Adapun selain onta, sapi dan kambing (seperti kuda, kijang dan yang lainnya) maka tidak termasuk binatang piaraan dalm istilah bahasa Arab, oleh karena itu tidak sah berkurban dengan selain tiga binatang di atas walaupun binatang itu lebih mahal harganya.

2. Binatang yang dikurbankan sudah mencapai umur yang ditentukan secara Syar’i.

Hal ini berdasarkan sabda Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang berkata :

“janganlah kamu menyembelih qurban keculi Musinnah, kecuali kamu kesulitan, maka boleh kamu menyembelih domba jadha’ah” (HR. Muslim: 2797)

3. Binatang yang diqurbankan tidak boleh cacat atau berpenyakit yang parah. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi dalam hadits:

Dari Baro’ bin Ali,  Bahwasanya Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang binatang kurban yang harur dihindari, maka Beliau mengisyaratkan dengan tangannya sambil mengatakan: ”Ada empat (yang harus dihindari), yaitu pincang yang benar-benar jelas pincangnya, buta sebelah yang benar-benar jelas butanya, sakit yang jelas-jelas sakitnya, dan lemah atau kurus yang jelas-jelas lemah atau kurusnya. (HR. Abu Dawud: 2802,Tirmidzi :1541, Nasa’i: 7/214, Ibnu Majah 3144, dan di Shahihkan al-Albani dalam misykat al Mashohih: 1465)

BINATANG QURBAN YANG PALING AFDHOL

Dari Anas bin Malik t,bahwsanya Nabishallallaahu ‘alaihi wasallam menyembelih qurban dua ekor kibas yang bertanduk lagi berwarna bagus. (HR. Bukhori :1626 dan Muslim kitab al-Adhohi 17-18)

Dari Abu Sa’idrodiyalloohu ‘anhubeliau berkata: “Adalah Rosulullahshallallaahu ‘alaihi wasallam berqurban dengan kibas yang bertanduk,yang nampak jelas kejantanannya,(kibas itu) melihat dengan (mata yang) hitam,makan dengan (mulut yang hitam,dan berjalan dengan (kaki yang) hitam”.

(HR.Abu Dawud : 3/95,Ibnu Majah :2/1046,Nasa’i 7/220,dan di shahihkan al-Albani dalam sunan Abi Dawud 2796 )

Imam Nawawi mengatakan :Maksud dari perkataan melihat dengan mata yang hitam…,maksudnya adalah (kibas itu warnanya putih) tetapi mulut,mata dan ujung-ujung kakinya berwarna hitam.”

HAL YANG DISYARI’ATKAN  BAGI YANG HENDAK BERQURBAN

Disyari’atkan bagi seorang yang hendak berqurban apabila datang bulan Dzul hijjah untuk tidak memotong atau memotong sedikitpun dari rambut ,kuku dan kulitnya,sehingga dia telah menyembelih qurbannya,

Sebagaiman sabda Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam:

Apabila masuk sepuluh hari (awal bulan Dzul Hijjah),lalu diantara kamu hendak berkurban,maka janganlah mengambil/memotong rambut dan kukunya sedikitpun sampai ia benar-benar menyembelih(qurbannya)

(HR.Muslim :1566)

Para ulama berdeda pendapat tentang hukum memotong atau mengambil rambut dan kukunya bagi bagi orang yang hendak berqurban sebelum menyembelih qurbannya,Sebagian ulama berpendapat makruh,akan tetapi pendapat yang lebih dekat kepada dalil adalah yang mengharamkannya.ini didasari oleh asal hukum larangan adalah hram selama tidak terdapat dalil lain yang memalingkannya dan dalam masalah ini tidak terdapat dalil lain yang memalingkan asal hukum ini,ditambah lagi Rosulullah melarang dengan tambahan huruf £b(nun yang di tasydid berfungsi sebagai penguat) pada kata     £b‹ƒ   ‘ƒxù (maka sungguh janganlah mengambil/memotong)

APAKAH SEEKOR KAMBING HANYA UNTUK SATU ORANG BESERTA KELUATGANYA

Dari Abu Ayubrodiyalloohu ‘anhuberkata:”Adalah seorang laki-laki pada zaman Rosulullah menyembelih seekor kambing untuk dirinya beserta keluarganya.”(HR.Tirmidzi 1505,Ibnu Majah : 3147,dan dishahihkan al-Albani dalam Irwa’ al Ghalil 1142)

BOLEHKAH PATUNGAN BERQURBAN SAPI TAU ONTA ?

Dari jabirrodiyalloohu ‘anhuberkata:”Pada zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam kami menyembelih sapi untuk tujuh orang,dan onta untuk tujuh orang,kami bersekutu didalamnya.”(HRMuslim :1318)

DISUNNAHKAN MENYEMBELIH SENDIRI

Dari Anas bin Malikrodiyalloohu ‘anhu(berkata):”Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menyembelih dua ekor kambing kibas yang bagus warnanya dan keduanya bertanduk,Beliau menyembelih sendiri dengan tangannya,Beliau membaca Basmalah dan bertakbir.

(HR.Bukhori :5565 dan Muslim :1966)

UPAH PENYEMBELIH DIAMBILKAN DARI SELAIN BINATANG QURBAN

Dari Ali bin Abi Thalibrodiyalloohu ‘anhuberkata :”Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam  memerintahkan aku untuk mengurusi qurbannya,dan memerintahkan supaya aku membagi semua perlengkapan onta,serta kulit-kulitnya,dan aku dilarang memberi tukang sembelihnya upah dari (daging) qurban walaupun sedikit,sehingga kami mengupahnya dengan (harta) dari kami sendiri (bukan dari daging qurban).”(HR.Ibnu Majah,dan dishahihkan oleh al-Albani dalam sunan Ibnu Majah :3099)

“Janganlah kamu menjual daging qurban dan daging Hadyu,sedekahkanlah dan nikmatilah (gunakanlah) kulit-kulitnya. (HRAhmad 4/15 dari jalan Qotadah bin Nu’man)

PEMBAGIAN DAGING QURBAN

Disunahkan setelah menyembelih membagikan sebagian dagingnya kepada manusia,dan orang yang berqurban disunnahkan juga untuk memakan sebagiannya,dengan perincian sebagai berikut;

a)     Dimakan pemilik binatang beserta keluarganya…..Maka makanlah sebahagian(daging) dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta)…….(QS.al-Hajj [22]:36)
b)    Dibagikan kepada fakir miskin,sebagaimana dalam sebuah hadits:
”Makanlah,simpanlah dan sedekahkanlah (daging qurbanmu)”.(HR.Muslim :2930)

c)     Dihadiahkan kepada kaum Muslimin baik kaya ataupun miskin,seperti tetangga,dan kerabatnya,hal ini didasari oleh sebuah Hadits:
”Maka makanlah sebagian (dagingnya) dan berilah makan (manusia),dan simpanlah.(HR.Bukhori :5567)

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata:”Perkataan Nabishallallaahu ‘alaihi wasallam  berilah makan (Manusia) mencakupdua perkara yaitu memberi hadiah orang-orang yang kaya dan bersedekah kepada orang-orang yang miskin.”

Oleh karena itu banyaknya para ulama menyimpulkan pembagian daging qurban menjadi tiga bagian,sepertiga yang pertama untuk pemilik qurban beserta keluarganya,sepertiga yang ke dua untuk fakir miskin dan sepertiga yang terakhir untuk manusia secara umum baik kaya atau miskin.

DAGING QURBAN BOLEH DISIMPAN LEBIH TIGA HARI

Dari Salamah bin Akwa’ berkata,Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Barangsiapa menyembelih qurbannya,maka jangan sampai tersisa (dagingnya) pagi hari ke tiga di rumahnya sedikitpun.”maka tatkala datang tahun berikutnya,manusia bertaya :”Wahai Rasulullah,apakah kita lakukan (tentang daging qurban) seperti tahun kemarin?.”Beliau menjawab:”(Sekarang) makanlah,berikan makan (manusia),dan simpanlah,karena pada tahun lalu manusia dalam kesulitan (penghidupan),dan aku ingin supaya kalian membantu mereka (dengan daging qurban itu).”(HR.Bukhori :5567 dan Muslim : 1972)

DILARANG MENJUAL DAGING DAN KULIT BINATANG QURBAN

Dari Ali bin Abi Thalibrodiyalloohu ‘anhuberkata :”Rosulullah memerintahkan aku untuk mengurusi qurbannya,dan memerintahkan supaya aku membagi semua perlengkapan onta,serta kulit-kulitnya,dan aku dilarang memberi tukang sembelihnya upah dari (daging) kurban walaupun sedikit,sehingga kami mengupahnya dengan (harta) dari kami sendiri (bukan dari daging qurban).”(HR.Ibnu Majah,dan dishahihkan oleh al-Albani dalam sunan Ibnu Majah :3099)

Dari Abu Hurairahrodiyalloohu ‘anhuberkata: Rosulullah bersabda :”Barangsiapa yang menjual kulit binatang qurbannya,maka tidak ada udhhiyah baginya.”(HR.Baihaqi,al-Hakim mengatakan bahwa sanadnya Shahih,dan al-Albani menghasankannya dalm Shahih wa Dho’f al jami’ :6118 dan Shahih at-Targhib wa at-Tarhib 1088)

SYARAT SAHNYA MENYEMBELIH BINATANG QURBAN

a)     Hendaknya orang yang menyembelih berakal dan usianya sudah mencapai Tamyiz
b)    Hendaknya Penyembelih adalah orang Muslim atau ahli kitab,baik laki-laki atau perempuan
c)     Hendaknya Penyembelih benar-benar bermaksud Menyembelih,bukan sekedar kebetulan atau tidak sengaja,sehingga seandainya ada seorang yang diserang oleh seekor sapi,lalu dia menebaskan pedangnya ke arah sapi tersebut dengan maksud untuk membela diri,dan sapi tersebut terluka lehernya sehingga mati,maka perbuatan seperti ini tidak termasuk penyembelihan yang sah,karena dia tidak bermaksud menyembelih.
d)     Hendaknya sembelihan ini hanya untuk Allah subhaanahu wa ta’ala
e)     Hendaknya MenyebutNama Allah subhaanahu wa ta’ala dan tidak menyebut nama selain-Nya
f)       Hendaknya menyembelih sampai mengalirkan darah dengan alat yang tajam,sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam

Dari Rofi’ bin Khodijrodiyalloohu ‘anhu(Hadits ini sampai kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam) beliau bersabda:”Binatang yang dialirkan darahnya (dengan alat yang tajam),maka makanlah.”(HR.Bukhori 2/110-111 dan Muslim 6/78)

ADAB-ADAB MENYEMBELIH BINATANG

a) Hendaknya binatang qurban dihadapkan ke kiblat,dikarenakan kiblat adalah arah yang paling mulia
b) Apabila yang disembelih adalah onta,maka disunahkan onta tersebut disembelih dalam keadaan berdiri,sebagaimana dalam sebuah hadits:
Dari Ibnu Umarrodiyalloohu ‘anhu (berkata) : ”Bahwasanya dia datang kepada orang yang sedang membaringkan ontanya untuk disembelih, maka dia berkata: Biarkan onta itu (disembelih) berdiri dalam keadaan diikat, ini adalah sunnah Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam”. (HR.Bukhori 1/430 dan Muslim 4/89)

c) Sedangkan sapi atau kambing,maka disunnahkan untuk dibaringkn ketika    menyembelihnya,sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam setelah siap dengan pisau yang tajam,sebagaimana ‘Aisyah berkata nenerangkan apa yang dilakukan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam
Kemudian Nabi Membaringkan (kambingnya),dan menyembelihnya.”(HR.Muslim kitab al-Adhohi 19)

d) Diharuskan ketika hendak menyembelih membaca Basmalah,dan disunnhkan setelahnya untuk bertakbir.
“Bismillahi wallahu akbar.” (HR.Muslim kitab al-Dhohi 17-18)

e) Disunnahkan ketika menyembelih untuk berdo’a supaya qurbannya diterima oleh Allah,sebagaimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam mengucapkannya ketika menyembelih;
“Bismillah, Ya Allah terimalah qurban ini dari Muhammad,dari keluarga Muhammad,dan dari umatnya Muhammad.”lalu beliau Menyembelih.(HR.Muslim kitab al-Adhohi 19 dari jalan Aisyah)

f) Memotong dengan cepat urat leher binatang qurbandengn lat yang sudah di asah dengan baik dan tajam,karena demikianlh cara penyembelihan yang terbaik,dan Rasulullah memerintahkan untuk melakukanpenyembelihan sebaik mungkin,sebagaimana sabdanya;
Apabila kamu menyembelih ,maka baguskanlah penyembelihannya,hendaklah diasah alat untuk menyembelihnya,dan hendaknya binatang yang disembelih disegerakan.(HR.Muslim :1955)

g) Alat yang digunakan harus tajam dan dapat mengalirkan darah dengan ketajamannya, sehingga binatang tersebut mati karena dialirkan darahnya.sebagaimana sabda Rasulullah: Dari Rofi’ bin Khodijt (Hadits ini sampai kepada Rasulullah) beliau bersabda: ”Binatang yang dialirkan darahnya (dengan alat yang tajam), maka Muslim 6/78)

h) Tidak mengasah alat untuk menyembeih di hadapan binatang yang hendak disembelih,sebagaimana dalam sebuah hadits.

Dari Ibnu Umar rodiyalloohu ‘anhu berkata: “Rasulullah memerintahkan untuk diasah alat menyembelih,dan tidak dioerlihatkn kepada binatang-binatang.” (HR.Ahmad 2/108,Ibni Majah :3172,dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib 1091)

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: