Mau Umroh/Haji ke Tanah Suci ? Jangan Lupa Vaksin

Waspadai Penyakit di Tanah Suci

Selama di tanah suci, perhatian kita tentu akan terfokus pada aktivitas ibadah. Namun, kesehatan juga perlu dijaga. Jika penyakit menyerang, ibadah malah tak dapat dilakukan dengan maksimal. Ada beberapa penyakit yang kerap menyerang jemaah haji dan perlu Anda ketahui.

Calon jemaah haji (CJH) diputuskan layak mengikuti perjalanan ibadah haji setelah memperhatikan beberapa aspek yaitu status kesehatan (apakah mandiri, observasi, pengawasan atau tunda), peraturan kesehatan internasional (apakah menderita penyakit karantina: pes, kolera, demam kuning atau penyakit menular: TB Paru dengan BTA +, kusta tipe multibasiler), ketentuan keselamatan penerbangan (apakah menderita penyakit tertentu yang berisiko kematian akibat ketinggian, apakah sedang hamil kurang dari 12 minggu/32 minggu, telah melakukan imunisasi Meningitis Meningococcus dibuktikan dengan kartu International Certificate of Vaccination). CJH dinyatakan tidak memenuhi syarat apabila status kesehatan termasuk kategori tunda, mengidap salah satu atau lebih penyakit menular tertentu, dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

Terdapat beberapa jenis penyakit yang sering diderita jemaah haji, antara lain:

Serangan panas (heat stroke)

Heat stroke dapat terjadi jika suhu lingkungan terlalu tinggi, pengeluaran keringat yang tidak diimbangi asupan cairan, atau jika jemaah terkena sinar matahari langsung dalam waktu yang lama. Berikut ini adalah tips agar Anda terhindar dari heat stroke:

  • Tidak berada diterik matahari langsung, antara pukul 10.00 s/d 16.00
  • Keluar kemah pada siang hari harus menggunakan payung dan berbekal minuman
  • Minum setiap hari paling sedikit 5 – 6 liter atau 1 gelas setiap jam.
  • Jangan menunggu sampai haus.
  • Usahakan kondisi badan tetap segar, cukup istirahat dan tidur 6 – 8 jam sehari semalam.

Radang selaput otak (meningitis)

Arab Saudi adalah negara epidemis terjadinya penyakit meningokokus. Selain itu, jemaah haji yang datang ke Mekah sebagian berasal dari negara-negara Sub-Sahara Afrika yang merupakan daerah Meningitis belt. Tahun 1987 dan 2000 terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) meningitis meningokokus yang menimpa para jemaah haji di Arab Saudi. Ada 99 kasus meningitis meningokokus yang menimpa jemaah haji Indonesia dan 40 diantaranya meninggal (tahun 1987).

Pada negara-negara epidemis meningokokus, sekitar 5% anak usia 2 sampai 12 tahun telah memiliki kekebalan alami secara pasif terhadap meningokokus serogrup A, B dan C. Pada usia 6-8 tahun imunitas terhadap serogrup C diperoleh lebih dari 90%. Sedangkan imunitas terhadap serogrup A diperoleh lebih awal yaitu usia 18 bulan pada lebih 90% anak-anak di Amerika Serikat. Data mengenai kekebalan terhadap meningokokus di Indonesia sampai saat ini belum ada. Oleh karena itu, pada jemaah haji Indonesia diperlukan perlindungan terhadap kuman tersebut.

Cara pemberian vaksin berupa dosis tunggal 0,5 ml disuntikan subkutan di daerah deltoid atau glutea. Vaksin ini efektif mencegah penyakit meningkokus sampai dengan 90%.  Respons antibodi terhadap vaksin dapat diperoleh setelah 10-14 hari dan dapat bertahan selama 2-3 tahun. Vaksin diberikan pada jemaah haji minimal 10 hari sebelum berangkat ke Arab Saudi, dan bagi jemaah yang sudah divaksin sebelumnya (kurang dari tiga tahun) tidak perlu vaksinasi ulang. Jemaah yang melakukan vaksinasi kurang dari 10 hari harus diberi juga profilaksis Cyprofloxacin 500 mg dosis tunggal.

Influenza

Vaksin influenza sangat efektif mencegah infeksi virus influenza dan timbulnya komplikasi yang berat. Pada seorang dewasa sehat, vaksin ini dapat mencegah 70-90% penyakit spesifik influenza. Pada orang tua, vaksin mengurangi sampai 60% terjadinya penyakit yang berat dan 80% kematian.

Cara pemberian vaksin berupa penyuntikan intramuskular di otot deltoid sebanyak 0,5 ml. Respons antibodi yang diperoleh dari vaksin influenza timbul setelah 2 minggu dan sistem kekebalan ini bertahan sampai 1 tahun. Oleh karena itu, vaksin diberikan minimal 2 minggu sebelum tiba di Arab Saudi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi kepada 150 jemaah haji. Diketahui bahwa mengonsumsi suplemen yang mengandung probiotik, vitamin dan mineral, dapat mencegah beberapa penyakit selama berhaji, seperti flu berat, flu ringan, diare dan begah, dibandingkan hanya dengan konsumsi vitamin C saja.

Lokasi Mendapatkan Vaksin dan Buku Kuning

Berikut lokasi Vaksin meningitis dan rumah sakit yang mengeluarkan buku kuning dapat di peroleh pada hari kerja, Senin s/d Jum’at di:

  • KKP Bandara Soekarno Hata, Cengkareng, telp. 5502277
  • KKP Bandara Halim Perdana Kusuma, telp. 8000166
  • KKP Pelabuhan Tanjung Priuk, telp. 43931045
  • KKP Pelabuhan Merak, Banten, telp. 0254-571083
  • RS. Fatmawati JakSel, Centa medika Haji & Umroh Lt.dasar, telp. 7501524 ext.1639
  • Garuda Sentra Medika, Kemayoran, telp. 4241000

Persyaratan :

  1. Mengisi Formulir sesuai Nama Pasport dan No. Pasport
  2. Fotocopy KTP
  3. Biaya vaksin sebesar Rp. 280.000 (harga tidak mengikat)

___________________________

Referensi:

1. Koesnoe S, Novianti H, Ramadian O. Vaksinasi pada jemaah haji. Buku pedoman imunisasi dewasa, 2009.
2. Direktorat  Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh.  Data jemaah Haji Indonesia per Provinsi tahun 2000-2006. [cited 2009 September 3] Diunduh dari:  http://haji.depag.go.id/files/upload/prov.pdf

Sumber Artikel :

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: